• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Owa Bebas Berayun dan Bebas Bernyanyi

Owa Bebas Berayun dan Bebas Bernyanyi

Narasi oleh: Khoirun ‘Nisa’ & Tatag Filmiy’zaana’

Halo! Kenalin aku Nisa, kali ini aku ingin berbagi cerita tentang kegiatan edukasi yang aku lakukan sebagai tim edukasi KIARA untuk Roadshow Gelaran Wayang Owa ke sekolah dasar di sekitar wilayah habitat owa. Tanggal 5 November 2025, tim kami yang beranggotakan kak Amin, kak Alin, Kak Kiran, Kak Didi dan aku pergi ke SDN 1 Lengkong. Kedatangan kami sedikit terlambat karena adanya perbaikan jalan.

Kegiatan dibuka oleh kak Didie dengan penuh semangat “Haloo teman-teman, perkenalkan nama kakak disini kak Didi. Kita bikin tepuk owa yuk!”.

“Ada yang tau disini owa jawa makannya apa aja?” Tanya Kak Didi dan disambut dengan jawaban ramai nyeleneh anak-anak.

“Nasi padang! Bakso!” Mendengarnya saja sudah cukup membuat terpingkal. Dengan cepat Kak Didi memberikan klarifikasi apa aja sih makanan yang dimakan sama owa.

“Eitss… Owa jawa makannya buah, daun, sama bunga. Yuk kita tambahin ke tepuk owa kita!”
“Owa jawa owa owa jawa Prok Prok Prok Prok …. Makan buah, makan daun, makan bunga, Prok… Prok… Prok” Lanjut kak Didi sambil mengajak adik-adik ikut bersenandung bersamanya.

Perhatian adik-adik teralihkan dengan baik dari ice breaking yang dibuat oleh Kak Didi. Kami dibalik kesempatan buru-buru melebarkan kain, menyambungkan pipa demi pipa paralon untuk membuat panggung wayang owa, menambah dekorasi pohon dan dedaunan untuk memberi kesan hutan. Kami bersiap untuk memberikan gelaran wayang owa. Setelahnya, Kak Didi membuka pertunjukkan gelaran wayang owa yang berjudul “Owa Butuh Hutan, Hutan Juga Butuh Owa”.

Wayang owa menampilkan cerita tentang Sekar si anak kecil penasaran dan Bunda dengan buku ceritanya menjelaskan kehidupan keluarga owa di habitatnya sebagai petani hutan. Wayang owa digunakan sebagai sarana edukasi gabungan dari kearifan lokal dan hasil penelitian Yayasan Kiara untuk mengenalkan owa jawa dan habitatnya. Begitu antusias adik-adik menonton wayang owa, penuh rasa penasaran sambil menunjuk-nunjuk dan ikut menirukan suara dari pertunjukkan.

““Wuk… Wuk … Wuk… Wuuuukkkkk..”

“Woooshhh, wooshhh, woosshh!”

“Syung,, Puk! Syung,,, puk!”

Beberapa kali terdengar riuh tawa bercampur guyonan spontan dari arah depan panggung. Anak-anak tampaknya memahami jalannya pertunjukan wayang owa yang sedang berlangsung. Sesi tanya jawab setelah gelaran wayang owa menunjukkan antusiasme mereka. Terlihat jelas dari cara mereka menanggapi setiap adegan, melalui jawaban-jawaban lugu namun cerdas.

“Ada yang bisa jelasin kenapa owa jawa disebut sebagai petani hutan dan buah yang dimakan owa bisa tumbuh jadi pohon?” tanya Kak Didi.

“Owa makan buah nanti buah dan bijinya masuk ke usus dan bijinya bakal dikeluarin lagi terus tumbuh dari kecambah jadi pohon yang besar” jawab Zahra dengan lugas dan jelas.

Selanjutnya Kak Amin mengajak anak-anak belajar tentang owa jawa. Anak-anak diajak berkenalan dengan kera besar yang ada di dunia dan Indonesia serta penjelasan owa jawa sebagai kera kecil, ciri-cirinya, makanan favorit, kebiasaan dan perilaku owa hingga alasan owa tidak boleh dipelihara serta diakhir Kak Amin mengajak anak-anak untuk ikut bernyanyi lagu Jaga Owa Jawa.

Kak amin mempersilakan anak-anak yang bertanya untuk maju

Ketika Kak Amin sudah selesai dengan penjelasannya, tak disangka-sangka anak-anak langsung melemparkan banyak pertanyaan “Kenapa owa tidak memiliki ekor?” “Kenapa owa tidak boleh dikasih makanan yang dimakan manusia?” Kenapa owa jawa hanya ada di bagian Jawa Barat dan Jawa Tengah saja?” Dan masih banyak lagi pertanyaan menarik lainnya.  Kak Amin, dengan segala pengetahuannya sangat senang menjawab rasa penasaran mereka.

Hingga akhirnya, semua anak yang bertanya menerima hadiah berupa buku dongeng serta pensil warna dengan senang. Tak sampai disitu saja, kegiatan dilanjutkan dengan merangkai topeng owa. Topeng owa dirangkai dengan cepat oleh anak-anak. Bahkan guru dan kepala sekolah yang mendampingi pun turut ikut serta. Suasana terasa ramai dan ceria, anak-anak dengan bangga memakai hasil karya mereka. Kami mengakhiri kegiatan dengan diiringi tawa anak-anak yang memakai topeng owa dan foto bersama.

keseruan kegiatan di SDN 1 Lengkong

Hai semuanya! Perkenalkan aku Zaana, aku salah satu anggota tim 2 KIARA dalam kegiatan edukasi peringatan Hari Owa Sedunia 2025. Tim aku beranggotakan aku, Kak Zia, Kak Jasmine, Kak Wira, Kak Yasmine dan Kak Azzizah.

Lokasi pertama kita yang dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 adalah SDN 2 Lengkong. Saat tiba di sekolah, kami disambut dengan ramai oleh siswa yang penasaran akan kedatangan kami. Kami juga disambut baik dengan para guru dan dipersilakan untuk melaksanakan kegiatan di kelas 4, 5 dan 6 sejumlah 58 siswa.

Kak Yasmine membuka acara dengan salam lalu perkenalan diri serta memperkenalkan Yayasan KIARA kepada siswa dan juga tujuan kedatangan kami ke sekolah. Setelah membangkitkan semangat siswa dengan ice breaking acara dilanjutkan dengan Pagelaran Wayang Owa Jawa. Aku, kak Zia dan kak Jasmine bergerak sebagai dalang di balik panggung.

Suasana kelas berubah dengan berlangsungnya pagelaran wayang. Siswa menyaksikan pagelaran dengan seksama tidak sedikit dari mereka yang memperingati temannya yang berisik dan menganggu kegiatan pagelaran wayang. Beberapa adegan wayang yang lucu membuat siswa tertawa dengan senangnya dan pagelaran wayang owa jawa selesai dilaksanakan.

Setelah pagelaran wayang selesai, kak Yasmine memperkenalkan dalang dibalik panggung kepada siswa dan dilanjutkan dengan pemberikan kuis mengenai cerita wayang yang telah dijalankan.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh kak Azzizah. Dengan antusias yang tinggi untuk mengenal Owa Jawa lebih baik, perbedaan kera dan monyet, ciri-ciri owa, habitatnya, bagaimana upaya untuk melindungi owa dan menjaga habitatnya dan masih banyak lagi. Sesi materi berjalan dengan cukup baik.

Kak Jijah menyampaikan materi

Selanjutnya acara tanya jawab mengenai materi yang telah diberikan. Sebanyak 5 pertanyaan diberikan kepada siswa. Mereka dengan lebih berani maju untuk menjawab pertanyaan karena maskot owa yang akan memberikan hadiahnya! Siswa sangat tertarik dengan maskot. Siswa yang berani maju dan menjawab pertanyaan antara lain: Farid kelas 4, Azka kelas 5, Husni kelas 5, Arjuni kelas 6 dan Epi kelas 5.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan topeng owa. Siswa diajak untuk membuat topeng yang dibagikan. mereka sangat senang dan semangat untuk memakai topengnya. Kemudian acara ditutup dengan foto bersama dan ucapan terimakasih serta salam oleh kak Yasmine.

Foto bersama di SDN Lengkong 2

Lokasi selanjutnya yang dilaksanakan pada tanggal 6 November 2025 adalah SDN Karyautama. Kegiatan dilaksanakan bersama semua siswa dari kelas 1-6. Kegiatan dilaksanakan bersama 70 siswa dan 4 guru.

Tim edukasi sudah bersiap dengan jobdesk masing-masing dan mulai menyiapkan kegiatan mulai dari pembukaan, pagelaran wayang, pematerian, tanya jawab, aktivitas membuat topeng daaaan bermain dengan maskot.

Siswa terlihat antusias dengan sesi acara pagelaran wayang. Mereka terlihat fokus dan menyaksikan cerita wayang dengan saksama, begitupun saat pematerian, bahkan lupa guru juga ikut serta menyimak materi yang kak Jasmine berikan. Dengan antusias yang tinggi untuk mengenal Owa Jawa lebih baik, perbedaan kera dan monyet, ciri-ciri owa, habitatnya, bagaimana upaya untuk melindungi owa dan menjaga habitatnya dan masih banyak lagi. Sesi materi berjalan dengan cukup baik.

Setelah pemberikan materi oleh kak Jasmine selesai, sesi kuis dibuka kembali. Sejumlah 10 pertanyaan diberikan kepada siswa. Siswa lebih berani untuk maju dan menjawab pertanyaan. Siswa yang berani maju dan menjawab pertanyaan antara lain: Haidir kelas 5, Jeki kelas 4, Yusik kelas 4, Maulid kelas 5, Sabila kelas 2, Alwi kelas 3, Febri kelas 6, Tabki kelas 3, Fauziyah kelas 5 dan Fariz kelas 3. Setelah semua 10 pertanyaan selesai diberikan dan dijawab oleh siswa, hadiah diberikan oleh maskot owa yang membuat siswa terlihat kaget, antusias dan senang walaupun ada yang terlihat takut juga.

Saat membuat topeng bersama, siswa tampak senaaang & tertawa ria. Kemudian kami berfoto bersama dan menutup acara dengan sukacita. Sekolah ini menjadi penutup kegiatan roadshow hari owa sedunia 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan Kecamatan di Lengkong juga didampingi oleh Bapak Nugraha Eka Bapak Ateng Jaelani dari BKPH Lengkong yang membantu kelancaran acara. Dengan semangat kolaborasi dan berjejaring, kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelestarian owa jawa merupakan komitmen & perjuangan berbagai pihak. Harapannya, rasa cinta terhadap alam dan satwa bisa tumbuh melalui kegiatan seperti ini, serta berbagai pihak, khususnya generasi muda, dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar di dalamnya.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *