• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Pramuka & Konservasi Owa Jawa bersama Sakawanabakti di Sukabumi

Pramuka & Konservasi Owa Jawa bersama Sakawanabakti di Sukabumi

Narasi oleh: Amin Indra Wahyuni

Bulan November ini KIARA memperoleh undangan dari Sakawanabakti untuk pelaksanaan kegiatan Raimuna Cabang Kota Sukabumi IV Tahun 2025 yang dilaksanakan pada hari Jumat, 21 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cikundul,  Lembursitu, Cikundul, Sukabumi, Jawa Barat. KIARA hadir dalam kegiatan ini diwakili oleh kak Amin Indra Wahyuni, T. Filmiyzaana, & Wira Satria. 

Raimuna cabang Kota Sukabumi IV Tahun 2025 merupakan pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega tingkat Cabang Kota Sukabumi yang bertujuan meningkatkan semangat persaudaraan, kepemimpinan, serta keterampilan kepramukaan melalui berbagai kegiatan edukatif dan sosial. Peserta berjumlah kurang lebih 400 siswa dengan rentang usia 15-20 tahun dari berbagai sekolah SMA/K sederajat di Sukabumi.  

Dalam kegiatan ini hadir saka-saka lain, seperti Saka Wira Kartika, Saka Bhayangkara, Saka SAR, Saka Wanabakti dan yang lainnya yang masing-masingnya membuka pos. Dalam kesempatan ini, KIARA berbagi informasi tentang owa jawa di pos sakawanabakti berkolaborasi dengan kak Husein yang menjelaskan tentang apa itu sakawanabakti.

KIARA menyampaikan materi terkait konservasi satwa dan konservasi Owa Jawa, pengenalan satwa owa jawa dan perannya dalam ekosistem serta ancama terhadap kelestarian Owa Jawa. Dari delapan grup siswa/i pramuka yang rencananya seluruhnya akan mengunjungi setiap pos, namun pada akhirnya hanya dua grup yang bertandang ke pos sakawanabakti dengan jumlah siswa/i total sebanyak 50 orang.  

Saat sesi interaktif, seorang siswa bernama Faiz dari kelompok dapat menjawab yang diberikan mengenai peran Owa di dalam hutan. Faiz kemudian diberikan stiker sebagai hadiah. Kemudian kelompok kedua juga aktif menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh kak Amin. Maulana Yazid berani menjawab alasan kenapa owa memiliki lengan yang lebih panjang dari tangannya. Noviana menjawab bahwa pesebaran owa bukan hanya di pulau Jawa saja, Sasa menjawab bahwa owa tidak boleh diberikan makanan manusia kemudian Ahmad dapat menjawab bahwa pohon untuk sumber pakan Owa Jawa. Dua siswa bernama Clara & Novia juga berani menjelaskan kembali mengenai materi yang telah disampaikan yaitu “bagaimana hubungan owa jawa dengan hutan”. Keduanya mendapatkan stiker juga poster sebagai hadiah.  

Sebagai penutup kegiatan, kak Amin mengajak siswa untuk melakukan tepuk owa jawa. “teman-teman, kalau saya ajak tepuk owa mau tidak? Jangsan sampai kalah dengan pos saka sebelah.. Kita buat yang lebih heboh” begitu kata kak amin. Pembukaan tepuk owa mirip dengan tepuk pramuka, namun dimodifikasi dan lebih sederhana. “ Tepuk ooowa!” serentak siswa melakukan tepuk tiga kali ‘prok prok prok’ lalu disambung dengan tangan kanan mengepal memukul udara sambil berkata “ OWA, OWA, OWA!”. Setelah tepuk owa, para siswapun berdiri bersiap kembali ke lapangan utama sambil bersama-sama bernyanyi “ Terima kasih kakak, terima kasih kakak kami ucapkan. Salam.. Salam, terimalah salam dari kami. Yang ingin maju bersama-sama”.  

Hati terasa hangat mendengarnya, sambil berarak kembali ke lapangan.. Tim edukasi KIARA melambaikan tangan sambil berkata, sampai jumpaa lagi!  

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *