
WFH (Work From Halimun) Edisi 2025
Halo Sobat KIARA! Salam rimbawan, Salam konservasi, Salam sehidup sehutan
Saya Abdullah Ahsan Ath-thariq aka Kakang, saya merupakan mahasiswa magang MBKM dari Sekolah Vokasi IPB program studi Ekowisata.
Dalam rangka merem dikit bangun-bangun udah semester 5, yang mana pada semester ini ada program yang namanya magang MBKM, sudah pasti saya butuh tempat magang yang sesuai dengan minat dan bakat saya, serta bisa memberikan pengalaman dalam dunia kerja dan pembelajaran yang berharga, dan masih banyak dan dan dan yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Singkat saja, pada artikel yang saya buat ini akan berisi pengalaman magang bersama Yayasan KIARA yang tidak akan bisa terlupakan sampai kapanpun.
Lvl.1 apa sih alasan kamu memilih Yayasan KIARA?
Pembahasan awal kita akan memulai dari pertanyaan yang muncul dari segala sudut pandang yang bertanya tanya mengenai tempat magangku ini “apa sih alasan kamu memilih Yayasan KIARA”? jujur sejujur jujurnya jauh dari sebelum ini saya gatau ada yang namanya Yayasan KIARA, karna pada saat itu kriteria tampat yang ini saya jadikan tempat magang yaitu sesuatu yang berkaitan dengan alam dan berlokasi di Bogor, kenapa Bogor? karna ada pertandingan basket yang harus saya ikuti di gymnasium sv ipb, singkat cerita saya mendapatkan rekomendasi dari Ganisa untuk ikut bergabung dengannya di Yayasan KIARA, pada saat itu Yayasan KIARA hanya menyediakan 2 slot untuk peserta magang, tanpa pikir panjang dan melakukan riset dengan tujuan untuk mengetahui “apa itu Yayasan KIARA” saya pun langsung meng iya kan ajakan tersebut karna khawatir keduluan sama orang, jadi pada intinya alasan saya berminat untuk magang di Yayasan KIARA itu karna saya merasa cocok dan selaras dengan apa yang saya mau, semua yang saya mau dan saya inginkan semuanya tersedia disini, terlepas dari ajakan ganisa saya merasa sangat amat cocok dengan Yayasan KIARA.

Lvl.2 sebelum before setelah after
Pada pembahasan kali ini hanya sebagai pemanis diawal saja, menceritakan bagaima pertama kalinya saya melakukan perjalnan menuju Citalahab Sentral. Berawal dari perjalanan Panjang dari perkotaan dengan jalanan aspal yang membentang dan padatnya lalu lintas perkotaan saya berangkat menuju Citalahab Sentral yang mana tempat itu akan menjadi rumah kedua ku setelah aku resmi bergabung dan menjadi bagian dari tim lapangan selama priode magang ini berlangsung, singkatnya saya sudah sampai di Citalahab Sentral dan apa kesan pertamanya? Yappp sangat amat syokkk… karna saya baru menyadari bahwa ada perkampungan yang berada di dalam plosok hutan yang jauh dari ramai riuhnya perkotaan, kampung ini seperti terisolasi dari perkotaan ditambah dengan kondisi jalanannya yang di dominasi oleh tanah dan bebatuan yang bergeletakan dijalan, tak jarang juga saya menemukan patahan dahan pohon yang cukup besar tergeletak dijalanan, sungguh perjalanan yang menyenangkan. Kegiatan pertama sebagai pendatang adalah melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar dengan cara berkeliling, berkenalan, dan menuju rumah pak ade selaku ketua RT setempat. Sebelum berlanjut ke pembahasan berikutnya mari berkenalan dengan tim asisten yang amat sangat saya hormati, saya cintai, dan saya banggakan, diawali dengan trio sepuh yang menjadi senior sekaligus mentor yang selalu sabar dalam membimbing dan mengarahkan kami selama disana, ada kang Muhammad Nur aka kang nuy, kang Isra Kurnia aka KiSelud, kang Indra Lesmana aka Guru, kemudian ada pasukan tahan banting yang di isi oleh kang Aziz aka Amung, kang Apud aka Apuddin, kang Alan aka Alani, kang Omar aka Komaruddini.

Lvl.3 Belajar, Berkarya, dan Tumbuh Bersama KIARA
Pada pembahasan ini saya menceritakan mengenai beberapa hal baru dan tak habis habisnya saya merasa bersyukur telah memilih Yayasan KIARA sebagai tempat magang saya. Kegiatan magang biasanya identik dengan rutinitas padatnya perkantoran dan tugas menumpuk yang tiada habisnya, tapi pengalaman saya di Yayasan KIARA benar-benar berbeda, Saya ditempatkan bersama tim lapangan di Citalahab, dan sejak hari pertama saya langsung merasakan lingkungan kerja yang nyaman, penuh kasih sayang dan dukungan, di mana setiap pertanyaan didengar dan setiap kegiatan memberi pengalaman nyata. Selama priode magang saya di Citalahab, banyak dari kegiatan saya yang langsung terjun ke berbagai kegiatan lapangan yang seru dan menantang salah satunya yaitu kegiatan rutin seperti monitoring owa yang mana selalu ada saja tantangan disetiap harinya, mulai dari kondisi jalan setapak yang licin, air sungai yang meluap, diterjang hujang ketika masih dialam hutan, kemudian kami pernah melakukan pembersihan lahan yang penuh dengan sampah bekas TNI, dan melakukan perubuhan bivak bekas pemburu liar, dan masih banyak lagi pengalaman lainnya, Tiada hari tanpa hal baru untuk dipelajari. Hal yang membuat pengalaman ini begitu spesial adalah lingkungannya, selama priode saya magang di Citalahab saya selalu dikelilingi orang-orang baik, sabar, dan selalu ada untuk membimbing seingga membuat saya merasa diterima dan termotivasi untuk terus belajar dan berkembang. Lingkungan seperti ini mengajarkan saya bahwa perubahan nyata terjadi ketika kita dikelilingi orang yang mendukung dan mau belajar bersama. Melalui pengalaman yang berharga ini, saya belajar tidak hanya soal owa dan konservasi, tapi juga tentang diri sendiri. Bagaimana beradaptasi, bekerja sama, dan berani mengambil langkah inisiatif. Setiap langkah di lapangan membawa saya sedikit demi sedikit menjadi versi diri yang lebih baik. Magang di Yayasan KIARA bukan hanya sekadar pengalaman kerja, tapi perjalanan belajar, bertumbuh, dan menjadi lebih baik. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari tim lapangan di Citalahab, belajar dari alam, dan dikelilingi oleh orang-orang hebat yang menginspirasi disetiap harinya.

Lvl.4 Minal aidin wal faizin
Sampai level ini penulis sudah merasa kebingungan harus mengungkapkan semua kenangan melalui kata yang dirangkum sedemikian rupa agar para pembaca tertarik dengan apa yang saya tulis ini. Pada intinya saya hanya ingin mengucap rasa syukur dan banyak banyak terimakasih karna kegiatan magan ini menurutku adalah suatu perjalanan yang mengajarkan kita dan memberikan arah kemana kita harus melangkah selanjutnya, pada priode magang kali ini saya merasa banyak hal yang berubah dari segi pola pikir dan prilaku saya pribadi dari versi saya yang sebelumnya, Selamat Datang di versi kakang yang terbaru (KAKANG 2.0) yang akan terus berkembang dan belajar sampai versi terbaik baiknya. Ucapan banyak banyak terimakasih ini saya ucapkan kepada Yayasan KIARA karna telah mempersilahkan saya bergabung dalam tim selama priode magang, terimakasih juga kepada The Guardian of Javan Gibbon yaitu tim sisten lapangan di Citalahab Sentral yang di isi oleh orang orang hebat (kang Muhammad Nur aka kang nuy, kang Isra Kurnia aka KiSelud, kang Indra Lesmana aka Guru, kemudian ada pasukan tahan banting yang di isi oleh kang Aziz aka Amung, kang Apud aka Apuddin, kang Alan aka Alani, kang Omar aka Komaruddini), terimakasih juga kepada Tim Ambu Halimun yang sudah mengizinkan kami ikut bergabung dalam pelaksanaan kegiatan ecoprint, dengan sabar para ambu mengajarkan dan menyayangi kami seperti anak sendiri, terimakasih juga kepada bapak RT Ade dan warga desa Citalahab Sentral yang telah menerima kehadiran kami, dan semua muanya yang terlibat dalam kegiatan selama priode magang saya yang tidak bisa saya sebutkan satu satu mohon maaf, tapi semua orang hebat semua orang kuat semua orang sayang cinta love. When bu yuli said “jangan pernah kembali sebagai tamu, datanglah sebagai saudara”. Aku cinta owa, aku cinta citahalab, aku cinta Yayasan KIARA. BIG LOVE FOR U GUYS!!!
