
Akhir tahun 2025-nya Ganisa!!
Haii kawan KIARA!
Aku Ganisa, mahasiswa semester 5 Ekowisata, IPB yang sedang melakukan kegiatan magang MBKM. Pada semester 5 ini aku berkesempatan untuk mencari pengalaman bekerja di berbagai bidang industri. Aku yang senang dengan kegiatan dan suasana baru memilih Yayasan KIARA sebagai tempat magangku. Alasannya…… karna aku melihat kakak tingkatku yang pernah magang juga disini dan aku melihat kegiatannya menyenangkan. Alasan lainnya adalah karna aku akan ditugaskan untuk mengikuti kegiatan dan tinggal di Kampung Citalahab Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), yang kini menjadi salah satu best place everrrr in ma life.
Setelah aku menentukan akan magang di Yayasan KIARA, aku mulai mencari informasi sebanyak mungkin dan mempersiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan. Dan….. aku mencari teman yang akan menjadi rekanan kelompokku. Bersama Ahsan, teman sekaligus sahabat sekelasku dikampus, kami sepakat bekerjasama. Setelah urusan surat menyurat sudah selesai ke pihak kampus, pihak KIARA, hingga ke Balai TNGHS, tanggal 2 September aku dan ahsan di jadwalkan untuk berangkat ke Citalahab!
2 September 2025 adalah menjadi awal perjalanan magangku. Bersama Pak Yana, Ahsan, dan Mas Taka, kami meninggalkan keramaian Kota Bogor. Setelah melewati kampung terakhir perjalanan sesungguhnya dimulai!!!
Aksebilitas menuju kampung Citalahab menjadi pertanyaan pertama dalam diriku ”wah… memangnya diujung jalan ada perkampungan kah?”. Masuk ke dalam hutan, Jalan bebatuan, mulai hilang sinyal, dan tidak melihat kendaraan yang lewat, mungkin pada saat itu hanya mobil kami yang melintas. Setelah sekitar 2 jam kami melewati hutan, mulai terlihat pemandangan yang lain. Hamparan kebun teh, dan beberapa orang terlihat sedang bekerja di sana.
Saat mobil berhenti, aku tahu kami telah sampai. Aku menurunkan koper dan beberapa barangku yang lain, lalu berjalan menuju tempat yang akan menjadi rumahku selama 3 bulan ke depan, adalah Rumah Owa. Hari pertama disini, diisi dengan kegiatan beberes barang dan istirahat, karna kami sampai cukup sore. Di Rumah Owa aku bertemu dengan Bu Amot sebagai juru masak dan Kang Nuy sebagai koordinator lapangan. Setelah beristirahat, malam harinya kang Nuy mengajak kami untuk bertemu dengan Pak RT Ade. Ini menjadi pertemuan pertama dengan tokoh masyarakat disini. Beliau begitu hangat kepada kami. Hari kedua Kang Nuy tidak langsung mengajak kami untuk ke lapang. Aku dan ahsan memutuskan berkeliling kampung untuk mengenal lingkungan magangku. Kami pergi ke Sungai!!!
Malamnya kami berkumpul bersama tim monitoring owa, perkenalan pertamaku dengan kang Isra, kang Indra, kang Aziz, kang Alan, kang Apud, dan kang Omar. Menjelaskan secara singkat tujuan dan kegiatan apa yang akan aku lakukan selama 3 bulan ke depan.


Hari berikutnya, atau hari ketiga adalah kali pertama aku melihat Owa di Hutan. Kami berangkat sangat pagi, sekitar pukul lima lebih, karna ternyata di hari sebelumnya asisten mengikuti Owa sampai pohon tidur. Hari itu aku dibawa berkeliling hutan oleh Owa kelompok A, bahkan sampai ke gunung kendeng!!! seolah Owa di hutan menyambutku “selamat datang dirumah ku Ganisa….”
“Ada tiga kelompok owa jawa yang menjadi objek pengamatan, yaitu kelompok A,B, dan S. Setiap kelompok mempunyai karakteristik yang berbeda, selain itu jalur di setiap wilayah jelajah mereka juga berbeda, ini di kelompok A, jalur paling mudah dari ketiga jalur lainnya. Yang sedang kita ikuti itu ada Ayu, Aris, Awan dan Amore” begitu kata para asisten
Setelah mendengar penjelasan dari asisten aku mulai berpikir, kalau jalur A ini paling mudah, yang sebenarnya menurutku tidak mudah banget juga, bagaimana jalur yang lainnya? Ah…. aku tidak bisa membayangkannya….
Hari-hari berikutnya diisi dengan adaptasi dan pengenalan medan lapang. Setiap jalur yang kami lewati sangat beragam, dan ternyata benar. Jalur A adalah favoritku, dan jalur S menjadi cobaan terberatku selama magang. Jalur S memiliki jalur yang cukup panjang, untuk sampai di titik pertama pencarian kami harus jalan dari Ruma Owa sekitar 15 menit. Selain itu, kami juga harus melewati beberapa sungai yang apabila musim hujan tiba, airnya bisa sangat deras dan membuatku kesulitan untuk melewatinya, setiap kami monitoring ke kelompok S semua asisten sudah hapal bahwa aku selalu kesusahan untuk melewati jalannya, sehingga mereka selalu membantuku sambil usil!!! Saat bulan pertama, aku pasti selalu jatuh saat melewati sungai, tapi….. di bulan-bulan berikutnya aku sudah mulai terbiasa dan bisa beradaptasi. Bulan-bulan berikutnya juga aku sudah mulai akrab dengan para asisten lapang, mengobrol apapun yang bisa menghilangkan kejenuhan saat pengamatan, meskipun terkadang rasa lelah muncul, para asisten kadang menghiburku….
Ohiya…. selain aku mengikuti kegiatan monitoring, aku juga mengikuti kegiatan lainnya lhooo!!!!!!
Pertengahan Bulan, aku dan ahsan diajak oleh Ambu Halimun atau kelompok perempuan yang diinisiasi Yayasan KIARA untuk mengikuti kegiatan mereka. Aku diajak untuk menggambil daun yang akan dibuat kain ecoprint. Kami pergi ke perkebunan teh sekitar kampung bersama empat anggota Ambu Halimun. Disana aku diberi tahu daun apa saja yang akan digunakan untuk pembuatan kain ecoprint, kebanyakan daun yang digunakan adalah daun-daun yang asing bagiku. Keesokan harinya, aku ikut dalam pembuatan ecoprint. Sebelumnya aku pernah melihat kain ecoprint dan bahkan pernah membuatnya juga, tetapi itu sangat berbeda dengan yang dibuat oleh para Ambu Halimun. Mereka memiliki cara pembuatan, pola, warna yang sangat berbeda, dan tentu saja lebih cantik!!!!!! Mereka adalah ibu-ibu dan anak-anak muda yang sangat hangat, ceria, dan seru….dalam kegiatan ini mereka melakukannya sambil mengobrol, tertawa, mendengarkan musik, bahkan bergosip agar suasana lebih ramaii…. hahaha. Disini juga aku bertemu dengan anak-anak kecil yang menjadi teman di hari liburku, mereka selalu datang ke rumah owa untuk belajar dan bermain.

Kegiatan selanjutnya adalah Pendidikan Konservasi. Pendidikan konservasi merupakan salah satu program Yayasan KIARA. Kegiatan Pendidikan Konservasi ini di lakukan di dua sekolah dasar berbeda, yaitu SD Negeri Malasari 03 dan SD Negeri Rimba Kencana. Pada minggu pertama aku yang ditugaskan untuk ikut kegiatan ini bersama Kang Nuy. SD Negeri Malasari 03 menjadi sekolah pertama yang kami kunjungi, kegiatan diawali dengan pengisian Pretest, lalu presentasi materi mengenal kera kecil di pulau jawa, lalu kuis interaktif, merangkum, dan menulis kata hari ini. Semua siswa terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan penkon. Minggu-minggu selanjutnya diisi dengan Praktikum lalu mengunjungi sekolah SD Rimba Kencana. Dari kedua sekolah tersebut, dapat terlihat beberapa perbedaan, mulai dari aksebilitas menuju sekolah, karakteristik siswa yang beragam, namun ada satu hal yang sama, semangat para siswa untuk terus belajar dan menjaga lingkungannya.
Akhir Oktober kami juga melakukan kegiatan Pagelaran Wayang Owa saat hari Owa Sedunia, itu kali pertama ku menjadi seorang dalang!!! Aku seorang yang suka bercerita dan mendongeng, tapi….. menjadi dalang atau pembawa cerita dalam suatu kegiatan adalah hal yang baru untukku!!! Kegiatan ini dilakukan di dua sekolah yang menjadi tempat kami untuk melakukan program Pendidikan Konservasi. Karna ini hal yang baru, aku lumayan sering belajar membaca script saat waktu senggang. Pada saat pelaksanaannya, kegiatan berjalan dengan lancar, semua siswa menyaksikan dengan antusias dan memperhatikan cerita yang di sampaikan. Saat pagelaran selesai, perasaan ku lega….
Selain kegiatan-kegiatan di atas, aku dan Ahsan membuat beberapa kegiatan yang telah kami rancang. Aku dan Ahsan membuat berbagai kegiatan seperti senam bersama untuk warga sekitar, kegiatan ecobrick untuk anak-anak, dan kegiatan pertolongan pertama dasar untuk anak-anak dibarengi dengan trekking ke resort cikaniki bersama. Kegiatan-kegiatan tersebut terlaksana sesuai dengan jadwal yang kami buat, dalam pelaksanaannya kami sangat berterimakasih kepada semua warga Kampung Citalahab dan anak-anak yang selalu antusias saat kami ajak….hihi. Di minggu-minggu terakhir sebelum pulang, ada teman baru yang datang ke halimun. Dua perempuan berasal dari Korea Selatan, kami berkenalan dan banyak bercerita, uh… akhirnya ada teman perempuan di Rumah Owa ini, pikirku, terimakasih.

Tiga bulan sudah aku di Halimun, saatnya pulang…
itu adalah beberapa cerita dan pengalaman magangku selama di Halimun. Tidak bisa kutulis semua, tapi akan selalu menjadi ingatan yang baik untuk ku, berharap akan kembali lagi kesini suatu hari nanti!!
Akhir 2025 ini akan menjadi pengalaman dan perjalanan masa kuliah ku. Terimakasih kepada semua orang yang ada dalam cerita ini, ataupun yang tidak bisa ku tulis satu persatu. Tempat ini bukan saja tempat memelihara owa jawa, melainkan tempat merawat cita-cita.