• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Menghubungkan Pendidikan dengan Konservasi Owa Jawa

Menghubungkan Pendidikan dengan Konservasi Owa Jawa

Narasi oleh: Amin Indra Wahyuni

Pada hari rabu (4/2/2026), tim edukasi KIARA memperoleh kesempatan untuk berbagi pengetahuan tentang owa jawa bersama bapak & ibu guru dari gugus 6 Curugbitung dalam rangka kegiatan rapat Kelompok Kerja Guru. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 1 Curugbitung dan diikuti oleh 54 guru dari Sembilan sekolah. Kesembilan sekolah ini diantaranya adalah SDN Curugbitung 1-3, SDN Malasari 1-5, dan SDN Rimba Kencana.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari ketua gugus 6, yakni Pak Kemara Jati Nugroho yang juga merupakan kepala sekolah SDN 1 Curugbitung. Setelah memberikn pendahuluan tentang kegiatan ini beliau mempersilkan kami untuk presentasi.

Ini pengalaman pertama bagi kami untuk berbagi pengetahuan tentang owa jawa di depan bapak ibu guru dengan jumlah yang cukup banyak di kelas. Selama satu jam kami bercerita tentang owa jawa, mulai dari apa itu owa jawa, di mana dia tinggal, apa makanannya, hingga bagaimana aktivitas hariannya si owa jawa di hutan. Ternyata, bapak ibu guru yang bertempat tinggal atau sekolahnya sangat dekat dengan habitat owa jawa sering mendengar suara owa jawa.

Setelah menjelaskan tentang owa jawa, kami kemudian berbagi informasi tentang adanya draft modul kokurikuler yang dapat diterapkan di sekolah yang ada di sekitar habitat owa jawa. Kami juga membawa material edukasi yang dimiliki oleh KIARA yang juga dapat digunakan untuk mengisi kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kegiatan sharing ditutup dengan diskusi interaktif terkait dengan modul kokurikuler. Pak Fahmi Yudiana, guru dari SDN Malasari 5 menanggapi bahwa upaya KIARA untuk berkembang bersama pendidik ini bermanfaat, sehingga beliau mengusulkan adanya komunikasi dengan dinas pendidikan Kabupaten Bogor sebagai upaya agar materi kokurikuler dapat digunakan sebagai materi tambahan. Selain itu, Pak Paulus dari SDN Malasari 03 juga menyarankan agar modul dikomunikasikan kepada kepala sekolah untuk mempermudah penerapannya.

Respon positif terus berlanjut hingga tim edukasi KIARA beranjak ke ruang guru. Kami bertemu dengan kepala sekolah dari Sembilan sekolah dasar diantaranya ada pak Nasrun dari SDN Malasari 02, Pak Subara dari SDN Malasari 03, Pak Dede Herawan dari SDN Malasari 04, Pak Ferry dari SDN Malasari 05, Pak Kemara Jati dari SDN Curugbitung 1, Pak Dedi Wijaya dari SDN Curugbitung 2, dan Bu Neneng dari SDN Curugbitung 3. Selain kepala sekolah, hadir juga Bapak Toyo Hartoyo sebagai Pengawas Pembina Kecamatan Nanggung. Kami melanjutkan diskusi, beliau menyampaikan bahwa modul ini relevan dengan kondisi yang ada di sekitar sekolah di kecamatan Nanggung dan dapat juga dikembangkan menjadi muatan lokal bersama bahasa sunda.  

Setelah cukup waktu kami berbincang, kami segera pamit kepada Bapak & Ibu guru dengan hati yang penuh dengan rasa syukur. Upaya untuk melindungi owa jawa memperoleh dukungan dari para pendidik anak bangsa. Bagi kami, ini adalah harapan, semangat, dan optimisme baru untuk terus bergerak melindungi owa jawa, kera kecil kebanggaan Pulau Jawa juga berkontribusi dalam dunia pendidikan melalui pendidikan konservasi dengan harapan dapat terlibat dalam mengembangkan karakter peserta didik peduli lingkungan.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *