• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Sepenggal Cerita dari Sukabumi dalam Roadshow Hari Owa Sedunia 2025

Sepenggal Cerita dari Sukabumi dalam Roadshow Hari Owa Sedunia 2025

Artikel oleh: Nur Azizah ‘Jijah’ & Puspita Kirana Hidayat

Part 1, diceritakan Jijah: ‘Dari Kelas ke Hutan dengan Mengenal Owa Jawa Bersama SDN Lebak Gedong

Halo! Aku Jijah, salah satu anggota tim 1 KIARA dalam kegiatan edukasi memperingati Hari Owa Sedunia 2025.  Anggota tim 1 ada Kak Amin, Kak Alina, Kak Taka, Kiran, dan Zana. Hari itu aku berkesempatan menjadi pemateri, Kak Amin menjadi MC, Kak Alina, Kiran, dan Zana menjadi dalang, dan Kak Taka menjadi maskot owa jawa.

Lokasi pertama kita adalah SDN Lebak Gedong di Kabupaten Lebak, Banten. Perjalanan kami menuju SD sangat seru karena jalannya berliku dan melewati hamparan hutan yang menjadi habitat owa jawa. Semilir angin dan rimbunnya hutan membuat perjalanan seperti pemanasan sebelum acara dimulai.

Sesampainya di sekolah, suasananya sudah ramai. Beberapa siswa/i berlarian mengahampiri kami dengan rasa ingin tahu dan bertanya “ada acara apa hari ini kak”. Kami disambut baik juga dengan para guru dan diberikan kesempatan melakukan kegiatan di kelas 4 dan 5. Semua siswa/i diarahkan terlebih dahulu untuk menyusun kursi dan meja ke bagian samping dan belakang agar mereka bisa duduk di tengah.

Kegiatan dimulai dengan periapan alat peraga yang sudah kami bawa. Tim 1 bergerak seperti pasukan kecil yang sudah hafal tugas masing-masing. Ada yang membangun panggung wayang, menata hiasan, dan menyiapkan speaker serta perlengkapan presentasi. Suasana kelas perlahan berubah menjadi penuh warna seperti mini hutan.

Kak Amin membantu mengarahkan dan memimpin sesi ice breaking. Seluruh siswa/i langsung fokus, padahal sebelumnya mereka masih ramai dan asik sendiri. Mulai dari tepuk semangat hingga ice breaking berjudul “Marina menari di atas menara”. Begitu kalimat itu disebut, seluruh siswa/i berdiri dengan mata berbinar penasaran. Gerakannya sederhana tapi lucu, tangan digerakkan ke atas seperti menara, lalu ke samping seperti Marina yang menari. Kesederhanaan itulah membuat kelas jadi pecah oleh tawa dan teriakan kecil penuh semangat.

Suasana semakin cair dan akhirnya kami memulai acara. Para siswa/i duduk dengan rapi dan diminta untuk menirukan suara ular “ssshhhhhh…” sebagai tanda mereka diam. Suara Kak Amin yang lantang tapi hangat, membuat seluruh siswa/i kembali fokus dan membuka dengan cerita singkat tentang owa jawa lalu mengumumkan bahwa acara akan dimulai dengan pagelaran wayang owa jawa “Owa Butuh Hutan, Hutan Juga Butuh Owa”. Cerita wayang pun dimulai.

Para siswa/i sangat antusias untuk mendengarkan pagelaran wayang owa jawa

Suasana kelas langsung berubah, para siswa/i semakin fokus pada cerita wayang owa yang diceritakan oleh dalang. Beberapa dari mereka menonton sampai melongo karena terpana melihat tokoh wayang owa muncul dengan gerakan lucu. Pada adegan lucu seperti “whoosh whooshhhh” dan “syunggg pluk syungg pluk” mereka meledak tawa. Energi mereka benar-benar terasa sepanjang pagelaran wayang.

Setelah pagelaran wayang selesai, Kak Amin mengajak para siswa/i untuk menjawab kuis singkat. Pertanyaannya seputar cerita wayang yang baru mereka tonton seperti “ada berapa dan siapa saja nama owa yang muncul di cerita?”. Salah satu dari mereka yang percaya diri menyebutkan sambil tersenyum malu-malu. “Surti, Sahri, Sanha, sama Setia” katanya. Teman-temannya ikut bersorak dan bertepuk tangan. Hadiah kecil yang diberikan membuat mereka tambah antusias dan ingin maju ke depan untuk menjawab.

Acara dilanjutkan ke sesi pemateri. Mereka masih sangat berenergi. Ketika aku maju ke depan sebagai pemateri, mereka duduk tegak dan menatap layar infokus penuh penasaran. Mereka sangat antusias untuk mengenal owa jawa lebih dekat, mulai dari perbedaan monyet dan kera, owa jawa termasuk owa kecil, ciri-cirinya, habitatnya, mengapa tidak boleh memelihara owa, hingga cara mereka untuk peduli dengan owa dan lingkungan. Pertengahan presentasi ditayangkan video keluarga owa di hutan. Mereka tertawa ketika owa tersebut berpindah tempat. Aku bertanya kepada mereka “hayoo ada berapa owa yang ada di video tadi?”. Mereka menjawab dengan kencang “tigaaa” “ehhh empattt”. Video pun ditayangi kelmbali sebentar dan ternyata benar ada empat owa. Akhir pemaparan materi kami bernyanyi bersama dengan lagu “Jaga Owa Jawa”.

Ketika sesi materi selesai, kuis dibuka kembali. Dan kali ini, semangat mereka meningkat dua kali lipat karena yang membagikan hadiah adalah maskot owa jawa! Begitu maskot datang masuk ke dalam kelas dengan gaya lucunnya, suasana langsung pecah lagi. Mereka kaget, takut, dah heboh tapi mereka jadi semangat menjawab pertanyaan.

Di sesi kuis, ada satu momen yang benar-benar bikin seluruh ruangan pecah tawa. Salah satu siswa dipilih untuk menjawab pertanyaan “sebutkan persamaan owa dengan manusia”, Tapi karena sangat bersemangatnya, dia terpeleset jawab “persamaan owa sama manusia ituu…teu aya buntutna, mukanya hitam”.

Sekelas tertawa, termasuk dia sendiri yang langsung menutup mulut sambil malu-malu. Kami para panitia ikut senyum karena jelas itu bukan maksud buruk, murni kejujuran polos anak SD. Setelah ditenangkan, dia mencoba menjawab ulang, dan akhirnya berhasil menyebutkan jawaban yang benar. Momen kecil itu justru membuat suasan kelas makin cair. Setiap hadiah yang dibagikan maskot membuat mereka mencoba menjawab pertanyaan.

Pembagian hadiah oleh maskot owa jawa

Setelah semua kembali tenang, kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan topeng owa jawa. Para siswa/i diajak membuat topeng yang dibagikan oleh panitia. Mereka sangat senang dan semangat untuk memakai topengnya lalu menghampiri maskot untuk menyapa. Suasana kembali ramai dan hangat, para siswa/i dari kelas lain pun ikut penasaran apa yang terjadi. Kak Amin pun kembali alih memimpin untuk menutup acara dengan ucapan terima kasih dan harapan agar para siswa/i menjadi teman hutan yang baik untuk owa. Akhir acara kami melakukan foto bersama menggunakan topeng owa jawa sebagai penutup indah dari rangkaian kegiatan hari itu.

Foto bersama di SDN Lebak Gedong

Part 2, diceritakan Kirana: “Kisah Owa Jawa yang Dibawa Melewati Negeri di Atas Awan”

Perjalanan dilanjutkan, dari lekukan jalan Desa Lebak Gedong, tim edukasi bergerak ke Kampung Cirotan, Cihambali, melewati Desa Citorek yang dikenal sebagai ‘Negeri di Atas Awan’. Pada kesempatan kali ini, aku dan kakak lainnya berkunjung ke SDN 2 Cihambali untuk memeriahkan perayaan hari owa sedunia. Jumlah anak di SDN 2 Cihambali memang sangat sedikit sehingga yang hadir pun hanya 21 anak. Anak-anak lebih mudah diatur untuk fokus mengikuti rangkaian kegiatan. Dengan begitu, suasana kelas juga cenderung tenang dan kondusif.

Kegiatan dimulai dengan pertunjukan wayang owa. Pertunjukan ini biasanya diadakan di acara Rasamala yaitu kegiatan penutup untuk rangkaian pendidikan konservasi. Beruntungnya anak-anak SDN 2 Cihambali bisa menonton pertunjukan wayang owa di hari spesial ini! Mereka menyaksikan pertunjukan dengan wajah penuh rasa ingin tahu.

Tak kalah menarik dari pertunjukan wayang owa, anak-anak juga mendapatkan tambahan materi berbentuk visual. Harapannya dengan adanya visualisasi dari materi tentang hutan dan Owa Jawa maka anak-anak dapat lebih tergambarkan terkait kondisi kedua hal tersebut. Setelah itu, anak-anak juga ditanya terkait hal-hal yang telah kita sampaikan sebelumnya. Anak yang berani maju ke depan untuk menjawab akan mendapatkan apresiasi berupa buku dongeng dan pensil warna.

Apakah acara selesai begitu saja? Tentu tidak. Kegiatan selanjutnya adalah pembuatan topeng owa secara bersamaan. Mata anak-anak berbinar antusias ketika melihat topeng tersebut. Masing-masing anak menggunakan topeng tersebut untuk berfoto bersama dengan maskot Owa Jawa. Suara canda tawa ceria keluar dari mulut anak-anak saat berinteraksi bersama maskot.

Sebelum pamit pulang, tim meluangkan waktu untuk mengunjungi ruang guru. Di sana, ada kepala sekolah yang sudah menunggu untuk berbincang-bincang. Perbincangan bersama santai bersama kepala sekolah berlanjut selama beberapa waktu. Setelah itu, kami pamit pulang. Seru sekali menjadi bagian dari perayaan hari owa sedunia!

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *