• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Semarak Perayaan Hari Owa Sedunia 2025 di Halimun!

Semarak Perayaan Hari Owa Sedunia 2025 di Halimun!

Artikel oleh: Ganisa & Ahsan

Part 1, diceritakan Ganisa: ‘Hari spesial di SDN Malasari 03’

Hari ini, tanggal 23 Oktober 2025 di sekolah SDN Malasari 03 sangat spesia! Kami merayakan Internasional Gibbons Day dengan penuh keseruan, para siswa sangat bersemangat untuk menonton pertunjukan Wayang Owa. Kegiatan dimulai dengan perkenalan tiga dalang yang akan membawakan cerita, ice breaking yang dipimpin oleh saya, ice breaking ini bertujuan untuk melatih kefokusan anak-anak sebelum mengikuti kegiatan yang lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pagelaran “Owa butuh hutan, Hutan juga butuh Owa”.

Pagelaran wayang owa ini merupakan upaya untuk mengenalkan anak-anak kepada kera kecil dai Pulau Jawa, penghuni hutan hujan dengan memanfaatkan visual melalui wayang dan audio asli suara owa jawa sehingga terasa lebih menyenangkan. Anak-anak sangat antusias menonton pertunjukan! Setelah itu,  kegiatan dilanjutkan dengan pematerian mengenai informasi lengkap mengenai owa jawa dan pentingnya melestarikan hutan.

Setelah selesai pematerian, anak-anak diajak kembali fokus dengan menyanyikan jingel Owa!! Semua bernyanyi dengan semangat!! Semua anak sudah hafal jingle Owa. Saat diberikan kuis mereka sangat antusias untuk menjawab pertanyaan!! Semua anak mengangkat tangan, ingin menjawab pertanyaan dan maju kedepan. Kuis yang diberikan berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai apa yang sudah mereka simak, seperti cerita wayang owa dan materi yang telah diberikan, dengan total pertanyaan berjumlah 12 pertanyaan. Setelah kuis, anak-anak diberi topeng owa untuk berfoto. Setiap anak mendapatkan satu topeng dengan talinya, setelah semua anak sudah mendapatkan topeng kami berfoto bersama. Senyummm…1….2…3…cheese…. Merayakan Hari Owa Sedunia di sekolah adalah pengalaman yang sangat menyenangkan dan memberikan wawasan edukatif yang baru!! Semoga dapat memberikan semangat belajar tentang pentingnya melestarikan lingkungan owa jawa untuk anak-anak.

Selamat hari Owa Sedunia! Bebas bernyanyi, bebas berayun!

Part 2, diceritakan Ahsan: ‘Hari spesial di SDN Rimba Kencana’

Hari Owa Sedunia “bebas bernyanyi bebas berayun”

Hari Owa Sedunia (International Gibbon Day) diperingati pada setiap tanggal 24 Oktober, tepat hari ini, tim edukasi bergerak ke SDN Rimba Kencana. Kali ini, edukasi tak hanya menyasar kelas 5 saja, tapi juga mengajak kelas 6 untuk bergabung.  Kegiatan yang menarik dan menjadi ikonik dalam agenda kegiatan pada hari owa ini adalah pagelaran wayang owa, membawa sekotak pertunjukan ke hadapan anak-anak!

Pagelaran wayang owa yang bercerita tentang seorang anak bernama sekar yang penasaran dengan sosok kera kecil yaitu owa jawa, cerita ini diperankan oleh sekar dan bunda, kemudian tokoh owa yaitu Surti (ibu), Sahri (ayah), Sanha (anak), dan Setia (bayi), dan masih banyak karakter lucu lainnya yang menjadi objek utama pada cerita ini seperti kubung si tupai terbang, dan karakter burung yang menjadi pemanis dalam cerita ini. Cerita yang dibawakan memiliki makna dan tujuan, yaitu antara lain untuk memberikan edukasi kepada para siswa tentang pentingnya menjaga owa dan melestarikan habitat owa jawa khususnya untuk anak-anak yang tinggal di sekitar hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Siswa-siswa yang hadir sangat antusias dan bersemangat ketika melihat pagelaran wayang owa yang sedang dimainkan oleh para dalang, sehingga kegiatan tersebut terkesan sangat seru dan tidak membosankan.

Selain belajar tentang peran owa jawa, siswa juga belajar tentang ancaman yang dihadapi oleh owa jawa, seperti perburuan dan kehilangan habitatnya yang dikarenakan ulah manusia yang tidak bertanggungjawab dan merusak alam. Siswa juga diajarkan bagaimana caranya agar dapat ikut berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekitar yang bertujuan agar mengurangi dampak kerusakan pada alam dan tetap menjaga kelestarian habitat owa jawa. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kesadaran dan kepedulian para siswa terhadap lingkungan dan satwa liar yang ada di sekitarnya, sehingga mereka dapat menjadi generasi yang peduli dan bertanggungjawab terhadap kelestarian alam.

Kegiatan ini diisi dengan berbagai aktivitas yang menyenangkan, mulai dari ice breaking, pagelaran wayang owa, dan pemberian materi edukasi mengenai pentingnya kita menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar. Ice breaking yang dibagi menjadi tiga sesi yaitu sebelum pagelaran wayang owa dengan tema “marina menari diatas menara”, sebelum memulai pemaparan materi dengan tema “tepuk pagi, siang, malam”, sebelum sesi tanya dan jawab dengan tema “sakit, sikut, sikat”.

Materi mengenai edukasi terdapat pada penghujung kegiatan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian hadiah kepada para siswa yang berani untuk maju dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh moderator, pertanyaan yang diberikan kepada siswa yaitu mengenai apa yang sudah dibahas pada sesi pemberian materi dan sesi pagelaran wayang owa, siswa-siswa berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang edukatif tentang owa jawa, mereka sangat senang karena bisa belajar sambil bermain.

Pagelaran wayang owa menjadi kegiatan yang paling menarik karena mengemas pesan-pesan konservasi dalam bentuk cerita yang lucu dan mudah untuk dipahami oleh anak-anak. Harapannya, kegiatan ini dapat meningkatkan antusiasme dan rasa ingin tahu siswa terhadap kehidupan satwa di hutan, khususnya owa jawa. Sesi edukasi dan tanya jawab membantu memperkuat pemahaman siswa mengenai ancaman terhadap owa jawa, seperti perburuan dan kerusakan hutan, serta menanamkan nilai tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wadah pembentukan generasi muda yang peduli, berpengetahuan, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam dan satwa liar di sekitarnya.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *