
Kera Dan Monyet, Apa Bedanya? Belajar Bersama Siswa-Siswi SDN Malasari 1 tentang Kera Kecil dari Pulau Jawa: Owa Jawa
Narasi oleh: Puspita Kirana Hidayat
Kawan KIARA tahu tidak apa bedanya kera dengan monyet?
Meskipun sama-sama termasuk ke dalam jenis hewan primata, kera dan monyet memiliki beberapa perbedaan yang menonjol. Siswa-siswi SDN Malasari 1 mempelajari perbedaan ini di pertemuan kedua pendidikan konservasi pada tanggal 20 Mei 2025. Sebelum belajar, kami seperti biasa melaksanakan ice breaking untuk mencairkan suasana. Kak Erika membantu memimpin permainan: Kalau kau suka hati, tepuk tangan! Prok prok prok. Kalau kau suka hati, pegang hidung! Prok prok prok. Kalau kau suka hati, mari kita lakukan, kalau kau suka hati, pegang pundak! Prok prok prok. Anak-anak terlihat bersemangat untuk mengikuti lagu dan arahan Kak Erika sampai selesai.
Setelah itu, siswa-siswi mempelajari perbedaan kera dan monyet. Perbedaan terlihat dari sisi ekor, bentuk tubuh, cara berjalan, dan besar otak. Pertama, kera tidak memiliki ekor sedangkan monyet memiliki ekor. Kedua, kera memiliki badan dan otak yang lebih besar daripada monyet. Ketiga, kera dapat berjalan dengan dua kaki sedangkan monyet berjalan dengan empat kaki.
Kak Amin memperkenalkan anak-anak dengan suara yang biasanya dikeluarkan oleh Owa Jawa. Terlihat beberapa anak-anak mulai meniru suara Owa dengan asyiknya, Uwek, Uwek, Uwek! Sayangnya mereka tidak berani untuk memperagakan suaranya sendirian di depan kelas. Beraninya main kandang saja, huh! 🤔

Kak Amin juga menjelaskan beberapa ciri dari Owa Jawa, seperti warnanya yang keabuan, lengan yang lebih panjang daripada bagian tubuhnya, serta biasanya hidup berkelompok dengan keluarganya, dll. Owa Jawa bisa ditemukan di beberapa lokasi di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Owa Jawa disebut sebagai frugivora atau pemakan buah. Selain buah, Owa Jawa juga memakan daun, bunga, dan avertebrata seperti serangga. Aktivitas Owa Jawa juga beragam, mulai dari makan, tidur, bergerak, bermain, hingga mencari kutu.
Anak-anak membaca secara serentak dengan suara keras mengenai hal-hal yang bisa mereka lakukan untuk menunjukan rasa sayang terhadap Owa Jawa. Salah satunya dengan mereka mempelajari Owa Jawa di kelas pendidikan konservasi! Selain itu, anak-anak juga bisa membantu menjaga kelestarian hutan dan bercerita kepada orang-orang di sekitar mereka mengenai Owa Jawa sehingga semakin banyak orang yang tahu. Upaya lain yaitu tetap menjaga ketenangan saat bertemu Owa Jawa di hutan.
Di akhir penyampaian materi, anak-anak diajak untuk menyanyikan lagu ‘Jaga Owa Jawa’ oleh Pelangi. Berikut liriknya,
Owa Jawa harus dijaga, hutannya habitatnya
Jangan dijual, jangan dibeli
Apalagi yang masih bayi
Ayo kawan-kawan semua, kita jaga hutannya
Kita jaga habitatnya, kita jaga Owa Jawa
Kegiatan terakhir, tidak lain, tidak bukan, yaitu praktikum!
Kali ini, anak-anak dibagi menjadi delapan kelompok yang terdiri dari empat hingga lima orang untuk mengisi lembar kerja berbentuk poster. Lembar kerja ini membantu anak untuk mengingat kembali materi yang dipelajari hari ini, mulai dari perbedaan kera dan monyet, makanan Owa Jawa, hingga cara yang dapat dilakukan untuk menyayangi Owa Jawa. Anak-anak lumayan menguasai beberapa topik, meskipun masih ada materi yang belum sepenuhnya mereka ingat.
Sekian, kegiatan hari ini~
Sampai jumpa di pendidikan konservasi minggu depan!