
Cilukba Fest: Festival Buku Anak Indie Pertama di Indonesia
Narasi oleh: Yasmine Afiani Gumilar
Cilukba Fest adalah acara yang sangat istimewa, menjadi festival Buku Anak Indie Pertama di Indonesia, yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 28-29 Juni 2025. Acara ini diadakan di Wuffy Space Raya Bintaro dan dihadiri oleh 116 penerbit serta kreator buku anak indie dari berbagai latar belakang. Salah satu peserta yang turut meramaikan festival ini adalah KIARA, yang mempersembahkan buku berjudul “Kisah Sang Predator Udara”. Buku ini ditulis oleh Kak Rahayu Oktaviani dan diilustrasikan oleh Kak T. Aisyah Filqisthi, menceritakan kisah menarik mengenai peristiwa predasi antara seekor burung elang dengan Owa Jawa dan Surili. Cerita ini disajikan dengan gambar-gambar yang berima dan lucu, membuatnya sangat menarik bagi anak-anak.

Aku berkesempatan untuk hadir di festival ini pada hari terakhir, Minggu, 29 Juni 2025. Acara ini menyajikan rangkaian kegiatan yang sangat beragam, mulai dari penampilan dongeng oleh berbagai penerbit, mini launching buku, pembuatan custom pop-up book, hingga talkshow. Setiap sesi dibuka dengan kegiatan dance and sing along yang melibatkan anak-anak, menjadikan suasana semakin ceria dan penuh semangat.
Dongeng menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di atas panggung dan di dalam ruang baca, berlangsung secara bersamaan. Di atas panggung, Kak Aisyah membawakan dua judul dongeng, yaitu “Stefi Tidak Setuju” dan “Makanan Sehat Pahlawan Super”. Dengan gaya bercerita yang tenang dan menarik, anak-anak duduk mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil aktif berinteraksi dengan isi dongeng yang disampaikan. Sementara itu, di dalam ruang membaca, saat dongeng dibawakan antusiasme anak-anak sangat tinggi hingga ada yang berlarian dan menanggapi cerita yang dibacakan. Suasana ini menciptakan interaksi yang hidup antara pengisi acara dan anak-anak, menjadikan pengalaman bercerita semakin menyenangkan.
Setelah sesi dongeng, acara di ruang membaca dilanjutkan dengan mini launching buku “Si Kembar Pintar”. Dalam momen ini, anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga diajak berpartisipasi aktif melalui lomba mewarnai. Mereka yang berhasil mewarnai dengan baik berkesempatan mendapatkan buku tersebut secara gratis, menjadikan pengalaman ini lebih berkesan dan penuh hadiah.
Rangkaian acara terakhir sesi pertama di atas panggung diakhiri dengan sebuah talkshow yang dipandu oleh Kak Anggi. Talkshow ini menghadirkan bintang tamu istimewa, yaitu penulis buku “Meramu Sagu,” Kak Api, dan ilustratornya, Kak Didi. Dalam sesi ini, Kak Anggi mengajak kedua pembicara untuk berbagi pengalaman menarik tentang proses kreatif di balik penulisan dan ilustrasi buku mereka. Kak Api menjelaskan bagaimana inspirasi untuk buku tersebut muncul dari kegemarannya dengan jajanan di pasar Indonesia, terutama sagu, yang merupakan bahan makanan tradisional dan belum cukup dikenal oleh anak-anak. Sementara itu, Kak Didi menjelaskan tantangan dan kesenangan yang ia alami saat menggambarkan karakter dan suasana dalam buku tersebut. Talkshow ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk mengeksplorasi dunia literasi dan seni, menjadikan sesi ini sebagai penutup yang menginspirasi untuk rangkaian acara hari itu.
Festival ini bukan hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga wadah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di dunia literasi anak. Melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan, anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada buku dan dunia membaca, tetapi juga diajarkan untuk mencintai sastra dengan cara yang menyenangkan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan oleh anak-anak dan keluarga di seluruh Indonesia. Semoga kedepannya, lebih banyak festival serupa yang dapat memberikan ruang bagi buku anak-anak indie untuk bersinar dan menginspirasi!