• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Mengenal Ekosistem Hutan bersama KIARA dalam Latihan Gabungan Gerakan Kepramukaan Gugus 6 Curugbitung Malasari

Mengenal Ekosistem Hutan bersama KIARA dalam Latihan Gabungan Gerakan Kepramukaan Gugus 6 Curugbitung Malasari

Narasi oleh: Puspita Kirana Hidayat

Pada tanggal 20-21 Agustus 2025, Gerakan Kepramukaan Gugus 6 Curugbitung Malasari mengadakan latihan gabungan di Bumi Perkemahan Curug Kembar, Cisangku-Nanggung. Latihan gabungan ini melibatkan sembilan sekolah dasar yaitu SDN Curugbitung 1, SDN Curugbitung 2, SDN Curugbitung 3, SDN Malasari 1, SDN Malasari 2, SDN Malasari 3, SDN Malasari 4, SDN Malasari 5, dan SDN Rimba Kencana. Setiap sekolah mengirimkan 16 orang perwakilan dari calon penggalang. Para siswa/i dipersiapkan untuk dilantik sebagai penggalang ramu di akhir kegiatan.

Gerakan Kepramukaan Gugus 6 Curugbitung Malasari mengundang yayasan KIARA untuk mengisi materi mengenai pengenalan ekosistem hutan dan pentingnya melakukan konservasi alam. Pemaparan dilakukan setelah siswa-siswi selesai menjelajahi alam di sekitar bumi perkemahan. Anak-anak dibagi menjadi dua kelompok yaitu siswa laki-laki duduk di sekitar kolam untuk mendengarkan pemaparan dari mahasiswa/i KKN yang juga hadir dalam kegiatan ini. Sedangkan, siswi perempuan duduk di sekitar saung untuk mendengarkan pemaparan dari yayasan KIARA. Begitupun sebaliknya setelah setiap sesi selesai.

Cover website kiara – 8

Sebelum memaparkan materi, tim edukasi dari yayasan KIARA yaitu Kak Amin, Kak Ais, dan Kak Kiran, memperkenalkan diri terlebih dahulu. Setelah itu, Kak Amin meminta 3 orang siswa/i untuk membantu memegang alat bantu presentasi berupa spanduk yang berisi gambar-gambar. Beberapa anak cukup berani untuk menawarkan diri sebagai relawan dan langsung berjalan ke depan. 

Hal pertama yang disampaikan adalah pengenalan tentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Anak-anak diberi pengetahuan bahwa selama ini mereka tinggal berdekatan dengan TNGHS. TNGHS atau hutan secara umum memiliki beberapa fungsi bagi kehidupan. Gambar yang ada di spanduk membantu anak-anak untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi hutan seperti menghasilkan oksigen, sumber makanan, dsb. TNGHS juga memiliki tiga satwa kunci yaitu Macan Tutul Jawa, Elang Jawa, dan Owa Jawa. Ketiga satwa kunci tersebut adalah satwa yang dilindungi oleh Undang-undang.

Cover website kiara – 9

Selain ketiga satwa tersebut, Kak Amin menjelaskan bahwa ada satwa-satwa lain yang tinggal di hutan, seperti surili dan monyet ekor panjang. Supaya mempermudah pemahaman anak-anak tentang satwa primata maka Kak Amin menjelaskan perbedaan kera dan monyet. Kemudian, anak-anak diperkenalkan dengan Owa Jawa, kera kecil dari Pulau Jawa serta menyampaikan ciri-ciri dari Owa Jawa, terutama suaranya yang khas. ” Wuuuuk Wuuuuk Wukkkkkk wuuuuk”. Rekaman suara Owa Jawa bergema hingga membuat anak-anak mendengarkannya dengan seksama. 

Setelah itu, disampaikan bahwa Owa Jawa hanya ada di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Owa Jawa tidak hanya makan dan tinggal di hutan namun ia juga membantu menjaga kelestarian hutan dengan menebarkan biji. Owa Jawa memakan buah, bunga, daun, dan serangga. Apabila buah dimakan Owa maka bijinya tidak hancur dan dapat bertumbuh setelah dikeluarkan dari tubuh Owa atau setelah Owa buang air besar. 

Di akhir, anak-anak diminta untuk membacakan hal-hal yang bisa mereka lakukan untuk melindungi hutan beserta satwa di dalamnya, termasuk Owa Jawa. Selanjutnya adalah sesi tanya jawab. Terdapat seorang anak yang mengajukan pertanyaan menarik mengenai alasan Owa Jawa tidak berpindah tempat ke daerah lain. Kak Amin membantu menjawab pertanyaan penuh rasa ingin tahu tersebut. Anak-anak yang berani bertanya, menjawab pertanyaan, bahkan hanya berani untuk maju ke depan saja mendapatkan apresiasi berupa alat tulis. Kemudian, sesi berakhir dengan kegiatan foto bersama. 

#SemangatCintaAlam 

#KenaliHutanLebihDalam

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *