
Cerita Perjalanan dalam Roadshow Pendidikan Konservasi: ‘Aku Bukan Peliharaan’
Narasi oleh: Amin Indra Wahyuni & Nur Azzizah Firdaus
Tahun yang baru selalu dibuka dengan bulan bernama Januari, lahirnya hari primata Indonesia yang dirayakan setiap tanggal 30. Bertepatan dengan itu, tim edukasi KIARA memperoleh undangan kegiatan edukasi di Sekolah Bogor Raya (SBR) untuk belajar bersama siswa/i kelas empat (4) tentang topik ekosistem (memahami cara kerja ekosistem). Pas banget. KIARA juga sedang akan melaksanakan roadshow aku bukan peliharaan yang berisi tentang edukasi mengenai owa jawa dan habitatnya, ajakan untuk tidak memelihara owa jawa, daaaaan aktivitas membaca buku bersama yang tim edukasi bawa untuk diberikan kepada anak-anak.
Hai aku Amin, kali ini aku akan memulai ceritanya dari urban area, dari Kota Bogor & Tangerang.
Day 1 kegiatan kampanye pendidikan konservasi dilaksanakan, antusias luar biasa kami terima dari adik-adik SBR baik kelas empat yang bahkan sudah bertanya bagaimana populasi owa jawa dinyatakan terancam punah di alam. Tak kalah dengan kakaknya, siswa kelas kecil (1-2) yang ikut belajar bersama Owi, maskot owa jawa juga sangat antusias mendengarkan penjelasan singkat tentang ekologi owa jawa dan menyanyikan jingle ‘jaga owa jawa’ bersama fasilitator.

Sekolah selanjutnya ada di daerah Tangerang Selatan, cukup jauh dari lokasi kami di Bogor. Kurang lebih tiga jam kami menempuh perjalanan, tiba juga kami di sekolah Jakarta Nanyang School (JNY). Kami disambut oleh anak-anak yang sedang sangat antusias belajar tentang survival, outdoor activity bersama Rimba experiences kemudian anak-anak melanjutkan belajar tentang owa jawa bersama KIARA melalui pagelaran wayang owa & membaca buku ‘aku bukan peliharaan. Suasananya sangat ramai dan meriah

Selesai di urban area, tim edukasi berpindah ke rural area, menuju sekolah yang dekat dengan jantung hutan. Kami bergerak ke Kabupaten Bogor, mengunjungi SDN Malasari 04 di hari pertama dan melanjutkan kunjungan ke SDN Malasari 05 di hari selanjutnya. Jalan menuju SDN Malasari 04 cukup ekstrem dan curam. Dengan hati-hati tim edukasi melewati lubang demi lubang di atas aspal yang sepertinya sudah cukup tua. Lelah dan rasa takut yang muncul selama perjalanan dibayar tuntas dengan senyum anak-anak yang menyambut kami bahkan sebelum pintu kelas mereka kami lewati. Kaki dan tangan yang bercorak tanah liat bekas main bola, mereka seka dengan baju olahraga, lalu tangan mereka bergerak untuk menyambut tangan kami, salim. Kegiatan edukasi berlangsung hampir hening dengan siswa yang seksama menyimak slide demi slide, potongan gambar, dan video tentang owa jawa. Sesekali saat ditanya, anak-anak menjawab dengan tepat pertanyaan edukasi, sambil memastikan kalau keheningan ini karena menyimak bukan karena bosan 😆😅.

Dukungan penuh sekolah kami terima saat melaksanakan kegiatan edukasi. Pak Dede (Kepala Sekolah SDN Malasari 04) menyampaikan bahwa pembelajaran terkait lingkungan harus diupayakan dan didukung penuh, karena siswa di SDN Malasari 04 berada sangat dekat dengan habitat owa jawa.
Di SDN Malasari 05, anak-anak justru heboh saat menyimak materi tentang owa jawa. Belum diminta menirukan suara owa jawa tapi mereka sudah menirukannya lebih dulu, Kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah, kami menutup kegiatan edukasi dengan membaca buku bersama dengan suara yang keras, dua siswa maju ke depan memimpin membaca buku.

Saat pulang, rasanya senang sekali melihat beberapa siswa masih main kelereng, seperti layaknya anak SD sejak dulu. Surprisingly ada yang mau numpang pulang karena kami searah dengan rumahnya. Momen yang lucu jika dipikir-pikir, mereka punya keberanian yang tinggi 😁.
Roadshow selanjutnya, kami bergeser di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kami mengunjungi tiga sekolah yang terdekat dan seringkali kami lalui saat berangkat ke camp, diantaranya ada SDN Cipeuteuy, SDN Pandan Arum, dan SDN Cisalimar. Wow seru banget, nggak cuma anak-anak yang excited, ternyata bapak ibu gurunya juga lho. Okeh abis ini ceritanya akan dilanjut oleh Azizah, silakan..
Hai, aku Zizah, aku akan melanjutkan cerita roadshow selanjutnya. Pada awal bulan April setelah siswa/i libur sekolah dan merayakan hari raya Idulfitri, saatnya tim edukasi berkunjung ke tiga sekolah di Kabupaten Sukabumi. Pertama, kami berkunjung ke SDN Cipeuteuy.

Pagi-pagi kami berangkat dari Bogor menuju SDN Cipeuteuy, selama perjalanan semuanya aman dan lancar. Bahkan, kami tiba satu jam lebih cepat. Di sekolah kami disambut oleh para guru dan diberikan kesempatan untuk berkegiatan di kelas 5-6. Waww, sangat ramai dan pastinya mereka sangat antusias sekali mau belajar. Saat menonton video tentang owa jawa, mereka tertawa karena pergerakan brakiasi owa jawa yang seperti akrobatik handal. Selama sesi penyampaian materi, mereka sangat bersemangat untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, bahkan mereka saling mengajak untuk menirukan suara owa jawa bersama. Beberapa dari mereka berani maju ke depan untuk menjelaskan jaring-jaring makanan dan bagaimana owa jawa kecil dipisahkan dari induknya dan dipelihara.
Selanjutnya, kami berkunjung ke SDN Pandan Arum. Jadwal kegiatan edukasi bertepatan dengan kunjungan Wakil Menteri Kehutanan yang sedang berkunjung ke Sukagalih sehingga kami menyesuaikan waktu selesainya anak-anak menyambut arak-arakan kunjungan. Kami disambut oleh para guru dan diperkenankan untuk memulai kegiatan di kelas lima. Sesampainya di ruang kelas, siswa/i menyambut kami, terlihat sangat senang dan tidak sabar belajar. Mereka juga tidak sabar untuk menonton video tentang owa jawa. Suara dari video tersebut juga terdengar hingga luar kelas dan para siswa/i dari kelas lain menonton dari luar jendela. Saat sesi membaca buku bersama, mereka membaca dengan lantang dan bersemangat. Bahkan, saat kegiatan telah selesai, beberapa dari mereka membaca buku kembali di luar kelas dan mengajak teman-temannya untuk membaca bersama. Ternyata, membaca sangat menyenangkan!

Terakhir, kami berkunjung di SDN Cisalimar. Kami berangkat dari Citalahab Sentral, Halimun. Selama perjalanan kami lumayan tergonjang-ganjing karena jalan bebatuan yang mantap. Para guru menyambut kami dengan senang dan langsung mempersilahkan kami untuk masuk ke kelas lima. Para siswa/i kelas lima terlihat sudah menunggu kami dan tentunya penasaran akan belajar tentang apa. Saat sesi materi, para siswa/i terlihat malu-malu untuk menjawab pertanyaan. Meskipun begitu, mereka sangat asik menyimak materi dan kompak mengeluarkan buku tulis dan mencatat poin-poin tentang owa jawa. Keren!
Setelah selesai, kami meminta salah satu dari mereka mempresentasikan hasil tulisannya, sempat malu-malu akhirnya wali kelas membantu membujuk dan satu orang dari mereka maju ke depan, yaitu ketua kelasnya. Yeayyy, semua bertepuk tangan dan ketua kelas membaca hasil tulisannya yang sangat lengkap! Setelah selesai kegiatan, tim edukasi mengobrol dengan para guru dan ternyata kini suara Owa Jawa dari hutan sudah lama tidak terdengar sehingga edukasi mengenal Owa Jawa kepada siswa/i sangat penting sekali.

Di SDN Pandan Arum & SDN Cisalimar kami banyak berdiskusi dengan para guru tentang pentingnya mata pelajaran yang terkait dengan lingkungan hidup. Ibu Betty (wali kelas 5 SDN Cisalimar) berpendapat bahwa semakin hari, kerusakan hutan semakin meningkat dikarenakan Pembukaan lahan pertanian juga meningkat. Hal ini berpotensi menyebabkan bencana alam seperti longsor dan banjir yang dapat menimpa siapa saja,
Sebelum pulang, kami juga bertemu dengan Kepala Sekolah dari masing-masing sekolah. Semua Kepala Sekolah berterima kasih dan mendukung kegiatan kami, terlebih para siswa/i tersebut bertempat tinggal di lokasi dekat hutan dan pastinya mulai dari mengenal akan menumbuhkan rasa kepedulian untuk menjaga keanekaragaman yang ada di dalamnya, termasuk Owa Jawa.
Dan ya, sebagai penutup kami ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada teman-teman volunteer yang terlibat dalam kunjungan edukasi ini; Wira, Fauzia Haini, Khoirun Nisa, dan driver kawakan kami: Pak Yana yang senantiasa membersamai perjalanan ini. Mantap..

Sampai jumpa di roadshow pendidikan konservasi selanjutnya!