
Sepenggal cerita magang bersama KIARA
Narasi oleh: Shanata Ardhanareswari
Tidak seperti bayanganku atau kebanyakan kantor biasanya, di kantor KIARA ini bisa dibilang cukup kasual. Melihat kakak-kakak yang kerja disana hanya duduk di ruang makan dengan membuka laptop di meja makan. Ada papan tulis yang bertulisan jadwal-jadwal KIARA. Ruangan kak Ayu selalu terbuka, mempersilakan siapapun yang mau masuk dan bicara, tidak seperti di cerita-cerita yang harus ketuk pintu dulu sebelum masuk ruangan direktur.

Selama magang di KIARA, yang fokus kulakukan hanyalah membuat ilustrasi burung, menulis fun fact, dan menyusun Layout untuk postingan Instagram. Ya, “Hanya” awalnya kukira itu “hanya” padahal tidak semudah yang kukira.
Membuat ilustrasi dan munulis fun fact bukan hal yang sulit untukku, Itukan makananku setiap minggu, jadi bagian itu tidak terlalu baru bagiku. Tapi menyusun layout adalah hal baru bagiku. Memang aku pernah menyusun layout semacam itu saat membuat majalah, tapi waktu itu tugas kelompok, jadi sebagian besar yang menyusunnya adalah temanku, aku cuma bagian nulis aja.
Sebetulnya yang sulit dari persoalan layout ini bukan karena aku gaptek soal canva, ataupun karena bingung memilih element untuk ditambahkan. Tapi sesederhana aku belum terbiasa bermain dengan warna. Selama ini aku sangat jarang menggunakan warna, kecuali di kertas, saat menggambar.
Awalnya aku hanya membuat background putih dan tulisan yang tidak terlalu berwarna. Lalu kupikir, warna hitam putih andalanku kali ini tidak cocok dengan ilustrasi burung yang berwarna. Disini aku mencoba untuk memberi warna, dan ternyata tidak mudah. Pilihan warna di canva terlalu banyak, tidak seperti dengan pensil warnaku yang isinya cuma 48 itu. Jadi aku terpaksa search di google, warna mana yang cocok satu sama lain.
Aku juga jadi banyak belajar komunikasi, terutama kalau kesangkut atau bingung tanpa alasan yang jelas. Ternyata yang kuperlukan untuk melepas kesangkut itu hanyalah mengungkapkan ulang lalu ternyata permasalahannya tidak serumit itu.
