
Membangun Pendidikan Konservasi Owa Jawa Melalui Lokakarya Penyusunan Modul Kokurikuler
Narasi oleh: Nur Azzizah Firdaus – Tim Edukasi dan Kampanye
Pendidikan konservasi memiliki peran penting dalam menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian alam dan lingkungannya. Menyadari hal tersebut, Yayasan KIARA menyelenggarakan Lokakarya Pendidikan Konservasi dan Penyusunan Modul Kokurikuler Berbasis Konservasi Owa Jawa. Lokakarya ini merupakan lokakarya lanjutan untuk mengembangkan pembelajaran konservasi yang lebih kontekstual dan selaras dengan kerangka kurikulum yang ada. Pelaksanaan lokakarya ini pada hari Jumat, 29 Mei 2026 di Genus Coffe & Boutique, Kota Bogor.
Kegiatan ini mempertemukan KIARA, salah satu fasilitator dari lembaga Pause and Grow (Kak Mega Safira), dan para guru SDN Pamengpeuk 01 (Pak Asep dan Pak Paulus) untuk bersama-sama merancang modul kokurikuler yang tidak hanya mengenalkan Owa Jawa sebagai satwa endemik Indonesia, tetapi juga mengajak para siswa memahami keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Selama lokakarya berlangsung, peserta tidak hanya diajak untuk menyusun materi pembelajaran, tetapi mempelajari bagaimana merancang pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) menggunakan pendekatan Understanding by Design (UbD). Pendekatan ini mengarahkan peserta untuk memulai penyusunan modul dari hasil belajar yang ingin dicapai melalui capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, hingga merancang asesmen sebagai bukti ketercapaian kompetensi siswa. Hal ini menjadi suatu bahan refleksi bersama untuk menghubungkan isu konservasi Owa Jawa dengan konteks kehidupan para siswa agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

Hal yang cukup menantang (meskipun semuanya menantang hehe), sesi menyusun pertanyaan pemantik itu sangat mantap karena akan digunakan sebagai kompas atau arah tujuan pembelajaran yang akan dilakukan. Selanjutnya, peserta melakukan gap analysis terhadap draf modul yang telah dikembangkan dengan mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu disempurnakan. Mulai dari kesesuaian materi dengan capaian pembelajaran, alur pembelajaran, strategi scaffolding, hingga instrumen asesmen yang dibutuhkan oleh para guru. Sesi ini memberikan ruang refleksi bagi peserta terutama guru untuk saling bertukar pengalaman dan memastikan bahwa modul yang dikembangkan tidak hanya sesuai dengan kurikulum, tetapi mudah diterapkan pada kondisi nyata di sekolah.
Di akhir kegiatan, peserta diajak untuk mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam penyusunan perangkat pembelajaran. AI dimanfaatkan untuk membantu mengembangkan rancangan RPP, aktivitas pembelajaran, hingga penyusunan draf modul. Pemanfaatan AI ini hanya berperan sebagai pendukung saja. Keputusan mengenai strategi pembelajaran, penilaian, serta penyesuaian dengan karakteristik para siswa tetap menjadi tanggung jawab para pendidik.

Melalui lokakarya ini, KIARA tidak hanya mengembangkan sebuah modul pembelajaran, tetapi juga membangun fondasi dan strategi pendidikan konservasi Owa Jawa yang berkelanjutan. Para guru dilibatkan sebagai mitra utama dalam proses pengembangan. Harapannya pembelajaran konservasi dapat menjadi lebih dekat dengan kehidupan anak-anak, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan menginspirasi generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian Owa Jawa dan habitatnya.
