• admin@kiara-indonesia.org
  • Bogor, Indonesia
Merayakan Hari Owa Sedunia di SDN Malasari 1, Kabupaten Bogor

Merayakan Hari Owa Sedunia di SDN Malasari 1, Kabupaten Bogor

Narasi oleh: Alina Simokar

Hari Owa Sedunia 2025 telah tiba! Tahun ini, KIARA berkesempatan untuk melaksanakan roadshow ke sepuluh sekolah dasar. Salah satu sekolah yang kami kunjungi adalah SDN Malasari 1 yang berlokasi di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Pada tanggal 30 Oktober, tim edukasi mampir ke SDN Malasari 1 berlokasi di Desa Malasari, di dekat hutan yang menjadi salah satu habitat owa jawa. Saat itu, kami tiba di sekolah sekitar pukul 10 pagi. Meskipun cuaca mendung dan disertai dengan rintik hujan, kedatangan kami disambut oleh sapaan dan senyum antusias adik-adik di sana.

SDN Malasari 1, Desa Malasari, Nanggung, Kab. Bogor

Adik-adik yang hadir pada hari itu berasal dari kelas 4 hingga kelas 6. Kegiatan dibuka dengan sesi perkenalan dan permainan sederhana. Semuanya sangat bersemangat dalam bermain sekaligus belajar “tepuk owa jawa” bersama-sama. Setelah itu, kegiatan utama pun dimulai. Pada kampanye edukasi kali ini, kami membawakan pagelaran wayang owa yang berjudul “Owa Butuh Hutan, Hutan juga Butuh Owa”. Adik-adik peserta mendengarkan cerita yang ditampilkan dengan seksama, tak lupa sambil tertawa kecil ketika ada hal yang menggelitik. Salah satu bagian yang mengundang tawa adik-adik di sana adalah ketika salah satu tokoh owa, Sanha, buang air di atas pohon karena makan sangat banyak hehehe

Ekspresi anak-anak saat pagelaran wayang owa jawa “Owa Butuh Hutan, Hutan juga Butuh Owa”

Setelah pagelaran wayang owa selesai, kami melaksanakan sesi kuis singkat yang disambut dengan acungan tangan adik-adik yang siap menjawab. Beralih ke sesi selanjutnya, yaitu pematerian mengenai owa jawa. Pada kegiatan kali ini, saya berkesempatan untuk berperan sebagai pemateri. Ada rasa berdebar dan penasaran pada diri saya karena ini merupakan pengalaman pertama saya sebagai pemateri. Materi diawali dengan pengenalan tentang kera. Lalu, kami belajar mengenai owa jawa dan hutan. Selain itu, kami mempelajari tentang persamaan owa dan manusia, bagaimana cara menjaga owa dan habitatnya, serta alasan owa tidak boleh dipelihara. Adik-adik yang hadir mendengarkan materi dengan fokus sambil menulis catatan di buku.

Sesi materi ditutup dengan tanya jawab. Pssttt.. ada kejutan yang datang setelah sesi materi lho! Yap, benar, ada “owa jawa” yang datang ke kelas. Kehadirannya disambut dengan jeritan dan tawa dari adik-adik. Rasa penasaran yang disertai sedikit rasa takut membuat suasana begitu meriah. Sesi tanya jawab sebagai penutup diramaikan oleh adik-adik yang berlomba-lomba mengangkat tangan. Mereka maju bergantian, terkadang sambil malu-malu untuk menjawab. Sesi ini ditutup dengan pertanyaan, “Apakah ada yang bisa menirukan suara owa jawa?” Seorang peserta segera maju dan mulai menirukan suara owa jawa dengan lantang!

Sesi materi dan tanya jawab

Aktivitas selanjutnya adalah membuat topeng owa jawa. Adik-adik memasangkan tali pada topeng dan segera mencobanya dengan penuh penasaran, tentu saja dengan mencoba menirukan suara owa jawa yang telah kami putarkan ketika pagelaran. Setelah itu, kami berkumpul dan berfoto bersama sebelum kegiatan pada hari itu selesai. Belajar mengenai owa jawa bersama adik-adik merupakan pengalaman yang sangat berkesan untuk saya. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan dan kesadaran pada generasi muda akan pentingnya menjaga owa jawa dan habitatnya. For the Javan gibbons and beyond!

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *